Sabtu, 10 Oktober 2015

manusia dan kesusastraan (bagian 3)



  • ·        Pendekatan kesusastraan :

Ilmu Budaya Dasar yang dinamakan “Basic Humanities”, berasal dari Bahasa Inggris “The Humanities”. Istilah ini berasal dari bahasa Latin “Humanus”, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan yang mempelajari The humanitas orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya, dan lebih halus. Jadi The humanitas berkaitan dengan masalah nilai, yaitu sebagai Humanus. Untuk menjadi Homo Humanus manusia harus mempelajari ilmu, yaitu The Humanities. Apa yang dimasukan kendala The Humanities masih dapat diperdebatkan dan kadang-kadang diseusaikan dengan keadaan dan waktu. Pada umumnya The Humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sejarah, sastra, cerita rakyat. Ada yang menterjemahkan The Humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan dan pengetahuan budaya. Sastra mempunyai banyak peranan penting. Karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Karena seni memegang peran penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting. Seniman adalah media penyampaian nilai-nilai kemanusiaan.


  • ·        Kebudayaan Kesusastraan :

Ilmu Budaya Dasar secara sederhana adalah pengetahuan akan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan. Pendekatan pada bidang kesusastraan adalah sastra berasal dari kata “Castra” berarti tulisan yang ditulis oleh manusia. Seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, dan undang-undang. Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya.


  • ·        Budaya dan Prosa :

Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti klasikalnya. Kata prosa itu sendiri berasal dari bahasa latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta, atau ide. Karena itu, prosa dapat digunakan untuk surat kabar,majalah, novel, ensiklopedia , surat serta berbagai jenis media lainnya. Prosa terbagi menjadi dua yaitu , prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa Bahasa Indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat, dan prosa baru adalah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apapun.
            5 komponen dalam prosa lama :
1.)    Dongeng-dongeng
2.)    Hikayat
3.)    Sejarah
4.)    Epos
5.)    Cerita pelipur lara
5 komponen dalam pos baru :
1.)    Cerita pendek
2.)    Roman atau novel
3.)    Biografi
4.)    Kisah
5.)    Otobiografi


  • ·        Nilai-nilai dalam prosa fiksi :

1.)    Prosa fiksi dalam kesenangan :
Kesenangan dalam membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau rumit untuk mencapai sukses.
2.)    Prosa fiksi memberikan informasi :
Fiksi memberikan informasi yang tidak terdapat di dalam ensildopedi. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
3.)    Prosa fiksi memberikan warisan kultural :
Prosa fiksi dapat menstimuli invaginasi dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
4.)    Prosa memberikan keseimbangan wawasan :
Lewat prosa fiksi seorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda dari pada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.


  • ·        Hubungan Ilmu Budaya Dasar dengan puisi :

Seperti yang sudah kita kenal bahwa puisi merupakan bagian dari seni sastra, sedangkan sastra merupakan bagian dari kesenian, dan kesenian adalah unsur dari kebudayaan sehingga puisi dapat diartikan ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik atau estetik yang secara padu dan utuh didapatkan kata-katanya. Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.)    Figuran Bahasa
2.)    Kata-kata yang ambiguitas
3.)    Kata-kata yang berjiwa
4.)    Kata-kata yang konotatif
5.)    Pengulangan.
Ada tiga tujuan hubungan puisi pada perkuliahan IBD adalah :
1.)    Makna hubungan puisi dengan pengalaman hidup.
2.)    Puisi dengan kesadaran individualis
3.)    Puisi dengan keinsafan sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar