Kamis, 21 Januari 2016

Manusia dan Harapan (bagian 16)

·        Pengertian harapan :
                                 Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi. Sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Semua manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
·        Persamaan harapan dan cita-cita :
                     Harpan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi binar. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu ; keduanya menyangkut masa depan karena belumterwujud. Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebihbaik atau meningkat.
·        Contoh harapan :
Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah ;
1.      Kelangsungan hidup
2.      Keamanan
3.      Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4.      Diakui lingkungan
5.      Perwujudan cita-cita

·        Pengertian do’a :
                      Menurut bahasa do’a berasal dari kata “da’a” yang berarti memanggil. Sedangkan menurut istilah syarat do’a berarti memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan. Do’a adalah sebuah tempat untuk meminta, bersyukur, berkomunikasi kepada Tuhan yang maha esa. Dalam berdo’a kita memiliki hak keistimewaan untuk berbicara, memohon, kepada yang Mahakuasa.
·        Macam-macam do’a :
                      Syeikh Abdurahman bin Sa’diy berkata : “setiap perintah di dalam al-Qur’an dan larangan berdo’a kepada selain Allah. Meliputi do’a masalah (permintaan) dan do’a ibadah. Adapun perbedaan antara kedua macam do’a tersebut :
1.      Do’a masalah (permintaan) adalah meminta untuk diberikan manfaat dan dicegah dari kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan.
2.      Do’a Ibadah adalah semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan kepada Allah baik lahiriah maupun batiniah. Karena pada hakikatnya semua bentuk ibadah misalnya salat, puasa, Haji dan sebagainya. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan dijaukan dari Azabnya.

·        Contoh do’a :
a.       Do’a sebelum makan : Allahuma baarik lama fiimaa razaqtana wa qinaa ‘adzaa-bannaari. Bismillahirahmaaniraahiimi.
b.      Do’a sesudah makan : Alhamdulillahilladzi ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa muslimiina.

·        Pengertian kepercayaan :
                     Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
·        Usaha-usaha manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhan :
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting. Karena keberadaan Manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan itu amat penting karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Kepercayaan berarti keyakinan akan kebenaran adanya Tuhan. Oleh karena itu, jika manusia ingin memohon pertolongan kepadanya, maka manusia harus percaya kepada Tuhan.


Sumber :


Manusia dan Kegelisahan (bagian 15)

·        Pengertian kegelisahan :
                      Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenang hatinya, selalu merasa khawatir. Tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang yang tenteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
·        macam-macam kecemasan yang dialami manusia :
Sigmund Freud ahli psikoanalisis berpendapat, bahwa tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neurotik dan kecemasan moril.
1.      Kecemasan obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar.
2.      Kecemasan neorotis (syarat)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah.
3.      Kecemasan moril
Kecemasan ini disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain, iri, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.

·        Sebab-sebab seseorang gelisah :
Karena pada hakekatnya orang takut akan kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.

·        Contoh-contoh kegelisahan manusia :
                                 Bila ada suatu tanda bahaya (bahaya banjir, gunung meletus, atau perampokan), orang tentu akan gelisah. Hal itu disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa hak orang sekaligus. Misalnya hak hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan, hak kemerdekaan hidup, dan mungkin hak nama baik.
·        Usaha-usaha mengatasi kegelisahan manusia :
                               Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berfikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
·        Contoh-contoh mengatasi kegelisahan manusia :
                     Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi keluarganya yang sakit, karena ia merasa khawatir. Dalam hal ini dokter itu harus bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan keluarganya.
·        Pengertian keterasingan :
Keterasingan berasal dari kata terasing. Kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang. Sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenan dengan tersisihkan dari pergaulan atau terpisah dari yang lain.

·        Pengertian kesepian :
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang. Tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu tergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.

·        Sebab-sebab seseorang yang dilanda kesepian :
Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustrasi dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal seperti ini orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri.

·        Pengertian ketidakpastian :
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketiak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.

·        Sebab-sebab ketidakpastian :
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berfikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berfikir manusia selalu menerima rangsang-rangsang lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsang-rangsang baru.
            Beberapa sebab-sebab orang tak dapat berfikir dengan pasti ialah :
1.      Obsesi
2.      Phobia
3.      Kopulasi
4.      Histeria
5.      Delusi
6.      Halusinasi
7.      Keadaan emosi

Sumber


Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian (bagian 14)

·        Pengertian Tanggung Jawab :
                                 Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, menanggung segala sesuatunya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab itu bersifat kodrati artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab.
·        Makna dari suatu Tanggung Jawab :
                                 Tanggung jawab berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Sebagai manusia yang mempunyai nilai dan harga diri (ciri-ciri manusia modern) seseorang dituntut untuk memiliki rasa tanggung jawab akan apa yang telah dilakukannya. Walaupun seseorang itu berada dalam masyarakat tradisional (Gemeinschaft) dia dituntut untuk memilik sebentuk tanggung jawab seperti seorang kepala suku yang diharuskan untuk mengorganisir perluasan wilayah untuk perburuan , mengkoordinasi warga dalam menghadapi kelompok lain, mempin perburuan dan sebagai ketua peradilan untuk menyelesaikan konflik antar warganya menurut adat dan norma-norma kesukunya.
·        Macam-macam Tanggung jawab :
1.      Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri
2.      Tanggung jawab terhadap keluarga
3.      Tanggung jawab terhadap masyarakat
4.      Tanggung jawab terhadap Bangsa dan Negara
5.      Tanggung jawab terhadap Tuhan

·        Contoh-contoh dari setiap Tanggung Jawab :
1.      Tanggung jawab terhadap diri sendiri : apabila berjanji pada diri sendiri untuk merubah tingkah laku kita yang buruk kita harus menepati janji tersebut.
2.      Tanggung jawab terhadap keluarga : sebagi kepala keluarga, seorang ayah harus bertanggung jawab kepada keluarganya untuk memberi nafkah, dan membimbing keluarganya.
3.      Tanggung jawab terhadap masyarakat : seorang ketua RT/RW bertanggungjawab atas warganya. Apabila terjadi perselisihan antar warga, harus cepat-cepat ditangani.
4.      Tanggung jawab terhadap Bangsa dan Negara : sebagai masyarakat Indonesia yang bertanggung jawab, kita seharusnya membayar pajak tepat waktu. Karena uang pajak juga untuk perkembangan pembangunan di Indonesia.
5.      Tanggung jawab terhadap Tuhan : setiap umat muslim harus bertanggung jawab dengan agamanya dengan menjalankan ibadah atau perintah-perintah yang telah Allah SWT berikan kepada setiap umatnya.

·        Pengertian Pengabdian :
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran , pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta , kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan kilas.

·        Macam-macam Pengabdian :
1.      Pengabdian kepada keluarga
2.      Pengabdian kepada masyarakat
3.      Pengabdian kepada Negara
4.      Pengabdian kepada Tuhan

·        Contoh-contoh Pengabdian dalam kehidupan :
1.      Pengabdian kepada keluarga : pengabdian anak kepada orangtuanya.
2.      Pengabdian kepada masyarakat : seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikan didesanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.
3.      Pengabdian kepada Negara : dalam usaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda banyak pemuda yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.
4.      Pengabdian kepada Tuhan : umat islam melaksanakan salat lima waktu dalam sehari, melakukan zakat, melaksanakan kurban dan sebagainya.

·        Pengertian Pengorbanan :
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurma yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keiklasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus kilas semata-mata.

·        Macam-macam Pengorbanan :
1.      Pengorbanan terhadap keluarga
2.      Pengorbanan terhadap masyarakat
3.      Pengorbanan terhadap Bangsa dan Negara
4.      Pengorbanan karena kebenaran
5.      Pengorbanan terhadap agama

·        Contoh-contoh Pengorbanan dalam kehidupan :
Seorang ibu rela mengesampingkan keinginan dirinya sendiri demi mebel kebutuhan anak-anaknya, meskipun hanya keinginan kecil, seorang ibu mengorbankan waktu istirahatnya untuk menjaga anak-anaknya.

Sumber :


Manusia dan Pandangan Hidup (bagian 13)

·        Pengertian Pandangan Hidup :
                                 Setiap manusia mempunyai pendapat hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia.
                                    Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
1.      Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenerannya.
2.      Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara.
3.      Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

·        Macam-macam Sumber Pandangan Hidup :
                               Macam-macam sumber pandangan hidup. Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
1.      Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2.      Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3.      Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

·        Pengertian Ideologi :
Ideologi berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu edios yang artinya gagasan atau konsep dan logo yang berarti ilmu. Dalam arti luas ideologi adalah pedoman normatif yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nilai dasar keyakinan yang ditunjang tinggi.
Ada beberapa istilah ideologi menurut beberapa para ahli yaitu :
1.      Destut De Traacy : istilah ideologi pertama kali dikemukakan oleh Destut De Traacy tahun 1796 yang berarti suatu program yang diharapkan dapat membawa suatu perubahan institusional dalam masyarakat Perancis.
2.      Ramlan surbakti membagi dalam dua pengertian yakni :
a.       Ideologi secara fungsional : seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan Negara yang dianggap paling baik.
b.      Ideologi secara struktural : suatu sistem pembenaran seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa.

·        Macam-macam Ideologi yang ada :
                      Macam-macam ideologi :
1.      Jika organisasi itu organisasi politik, ideologinya disebut ideologi politik.
2.      Jika organisasi itu negara, ideologinya disebut ideologi negara.

·        Pengertian Cita-Cita :
                                 Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor yaitu :
1.      Faktor manusia
2.      Faktor kondisi
3.      Faktor tingginya cita-cita

·        Pengertian Kebajikan :
                               Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Sebagai makhluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku.
·        Makna Dari Suatu Kebajikan :
                               Makna kebajikan adalah manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Manusia merupakan makhluk sosial, manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan dan sebagainya.
·        Faktor yang Menentukan Tingkah Laku Seseorang :
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal :
1.      Faktor pembawaan (hereditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
2.      Faktor yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ-ment).
3.      Faktor yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pernah diperoleh.

·        Pengertian Usaha atau Perjuangan :
Saga atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan. Perjuangan untuk hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha atau perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani atau dengan kedua-duanya. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau keterampilan.

·        Pengertian Kepercayaan dan Keyakinan :
Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu remisi benar. Jika kita yakin dalam satu hal makan kepercayaan akan muncul, keyakinan dan kepercayaan sangat berdampingan dalam hidup.
Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Jika keyakinan tidak ada maka keraguan akan muncul, dan kesalahan akan sering kali menghalangi. Keyakinan sangat penting dalam kehidupan seperti keyakinan dalam memeluk agama.

·        Langkah-langkah Pandangan Hidup yang Baik :
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
1.      Mengenal
2.      Mengerti
3.      Menghayati
4.      Meyakini
5.      Mengabdi

Sumber :